EksekutifHeadline

KIA Jadi Syarat Masuk Sekolah, Bupati Nelson Ajak Para Orang Tua Catatkan Anak-Anak

LIMBOTO DAILY – Bupati Gorontalo menyampaikan apresiasinya kepada pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gorontalo yang terus mendorong berbagai administrasi kependudukan di daerah.

Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL) Kabupaten Gorontalo Muhtar Nuna kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (29/06/2020).

Nelson menyampaikan bahwa KIA sangat penting bagi anak, terutama untuk melindungi pemenuhan hak anak serta menjamin akses sarana umum seperti pendidikan maupun kesehatan.

“Hari ini penduduk kita harus punya identitas baik yang berusia remaja, lanjut dan bahkan anak-anak harus punya identitas. Kita berharap KIA ini benar-benar didapatkan oleh seluruh anak kita gunanya dalam rangka pertama anak terdaftar, kedua menjadi data untuk kebijakan- kebijakan bagi anak dan terakhir menjadi model bagi anak untuk mengurus berbagai hal terkait dengan kebutuhan-kebutuhannya,” jelas Nelson.

Baca Juga:  PGRI Kabgor Siap Berikan Perlindungan Hukum Bagi Guru

Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat khususnya kepada para orang tua untuk segera mencatatatkan anak-anaknya agar memperoleh KIA.

“Untuk itu saya meminta masyarakat orang tua untuk mencatatkan anaknya di KIA. Kita berharap target kami mininal 85 persen anak-anak kabupaten gorontalo mendapatkan KIA. Kolaborasi juga sangat penting, baik dengan dengan depag, dikbud, bahkan puskes dalam rangka untuk menjaring identitas anak,” tandas Bupati.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Muhtar Nuna juga menyampaikan, dari 125.087 anak, baru sekitar 34.000 anak yang sudah memperoleh KIA, sehingga masih ada sekitar 85.000 anak yang belum memiliki KIA.

“Di satu sisi KIA ini sangat penting artinya bagi anak-anak kita agar mereka memiliki sebuah tanda pengenal yang biasanya kartu tanda pengenal ini hanya dimiliki oleh orang yang berusia 17 tahun ke atas, yang kita sebut dengan KTP,” tuturnya.

Baca Juga:  Yang Sudah Boleh Beroperasi Selama PSBB di Kabupaten Gorontalo, dari Rumah Ibadah hingga Pasar

Maka, lanjut Muhtar, untuk mendorong hal itu, pihaknya mencetuskan program SASKIA. Dimana dalam program yang bekerjasama dengan Dikbud ini mewajibkan seluruh siswa untuk memiliki KIA.

“Kami memiliki program yang namanya saskia, setiap anak sekolah diwajibkan punya KIA, dengan harapan seluruh anak-anak TK, paud, sd, smp dan sma di bawah 17 tahun melalui dinas pendidikan dan kebudayaan, agar supaya dalam penerimaan siswa baru itu diwajibkan untuk memiliki KIA sebagai persyaratan untuk masuk ajaran baru,” jelasnya.

Dengan demikian, kepemilikan KIA di Kabupaten Gorontalo bisa mencapai 95 persen. (Daily13)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker